Cipt. Achmad Badaruddin
Seluruh hatuh luruh berdesir
bak gurun pasir dihembus angin siang
seluruh kaki ini meronta kepanasan
oleh cinta yang tertikam dalam
kutahu kau takkan lukai dirimu
tapi tahukah kau menyayat diriku
tanpa cintamu
kutahu ku cintai dirimu
kutahu kau tak cintai diriku
tapi kutempuh
memohon hadir dalam bayang sepi
lupakan masa ini
bagaikan langit dan bumi
selalu begitu
selalu saja begitu
begitu dan begitu
harus begitu
takkan tinggalkan mimipiku
meski harus menelan duri itu
meski berbantalkan tusukan paku









Tidak ada komentar:
Posting Komentar