Cari Banyak Teman

Siap Bagikan Uang (Syaratnya cuma Online)

10 Juli 2008

Lucunya Mungilku

Cipt. Achmad Badaruddin

Saat kau hadir
ketika hendak pergi

merona pipi
melihat sang buah hati

kau menangis lantang
membuatku bahagia
karena dirimu ada

hanya untukmu
ruang rinduku
keindahan bersenandung

tubuhmu yang mungil
wajahmu yang imut
kau sungguh lucu

Sungguh mati aku cinta padamu
cepatlah peluk daku
ku kan menunggumu
hai pelangiku

matamu indah
suaramu indah
bibirmu indah
wajahmu indah
dirimu indah
sungguh anugerah Yang Maha Kuasa

Aku menginginkanmu sedari dulu
panah cintamu menghujam jantungku

Tak ada salahnya bahasamu
karna hanya bahasa cinta di hatimu

Cintai hatiku
Cintai hatimu

penuhi hasratku taklukan dunia
dengan dirimu berlayar bersama

kita akan berbicara tentang Aku, Kau dan Dia

Mari kubimbing dirimu berjalan
kamu belahan jiwa

lucunya mungilku

Tomorrow After Yesterday

Cipt. Achmad Badaruddin

Now, you are telling me about your confession
brook many mine
no matter what can I do
don't make noise to me

so cruel so criminally
too naughty
I just sick over you truly

Stay away from me
go over here
move to your hell

no chance again
no love anymore
I hate to love you

you said only yesterday
but you did that tomorrow again
every day recuring
Tomorrow after yesterday

09 Juli 2008

DINGINNYA ANGIN

Disaat terlelap dihembus angin
Dingin turut menyelimutiku
Dua unsur yang berbeda
Tapi satu arah kendali yang Maha Kuasa
Keduanya menusuk dalam sendi-sendi tulang
Jantungpun bingung memompa darah
Angin tersenyum memecahkan keheningan malam
Dengan ramah membelai lembut di wajah
Indahnya karunia Allah jauh dalam perasaan
13 April 2007

VIRUS JIWA

Cipt. Achmad badaruddin

Ya Allah
Kuatkan imanku
Bunuh semua virus jiwa

Aku hanya manusia biasa
punya akal punya perasaan
punya nafsu

Itupun Engkau ciptakan
untuk di peliahara
dikelola dijaga
14 April 2007

CERITA ALAM

Cipt. Achmad Badaruddin

Emasi kepala dengan besi
berkilau emosi di hati
Kayu perabot gerakan nurani
berserakan ladangi minyak ini
Rekayasa batupun dimulai
beragam kepalsuan binatang lain
Gelombang ombak berdebur di pantai
berhembuskan angin sepoi
Layar kapalpun terkembang sempit
berkabin permata kotoran sapi
Ikan terus hidup dengan insang perih
bersimbiosis di dasar laut penuh misteri
Manusia berkembang biak dengan labil
beragam naungan arti bermain api
Dunia sudah tua akan mati
bertambah kebosanan gedung tinggi
Kerlap-kerlip lampu menambah sepi bumi
bercahaya kerapuhan Ridho Illahi
Cahaya Illahi di hati ummatnya
bertubuh limpahan rahmat Imani diri
Di saat cerita berakhir
Di saat itulah cerita baru dimulai
23 April 2007

MAHABBAH QALBU

Cipt. Achmad Badaruddin

Bismillaahirrahmaaniraahim
Ya Haliim Ya Lathiif
Salahkah hati ini?
Dosakah hamba mencintai?
Ya Wuduud Ya Khabir
AnugerahMu tuk memberi milyaran kasih
Lebih dari itu hanya untuk Ya Mujiib
Karna dengan kehendakMu hamba hadir
Ya Khalik Ya Muqtadir
Engkau ciptakan Kaum Adam dan Hawa di Surgawi
Hidup berpasangan atas ridhoMu Ya Waajid
untuk memilih jalan menuju akhirati
Ya Haad Ya Qoodir
Hadirkanlah cinta ini mengiring ke jalan Illahi
hingga hamba dimudahkan sakratul maut oleh Izrail
Hasratkan hamba bermuhasabah diri dalam dzikir
Berikan hamba yang terbaik dalam hidup ini
Hamba syukuri rahmati Ya Rabbi

Alhamdulillahi Rabbil ’Alamin
Allahumma Ini Astukat Tuqoo Wal Hudaa Wal ’Afaafa
Wal Ghinaa Wal Mauta ’Alal Islami Wal Imani
Amin Ya Robbal ‘Alamin
Laahaula Wa Laa Quwwata illaa billahil ‘Aliyil ‘Adzim
Ya Allah Ya Nuurallah
Allahu Akbar
14 April 2007

HANYA PADAMU AKU MEMOHON

Cipt. Achmad Badaruddin

Pandanganku tak lagi tajam
Pendengaranku tak lagi jelas
Jiwaku mulai tak tenteram
ulah pikiranku
Titik dosa berjatuhan di kepala
Luasnya lautpun tak sanggup menyaingi
Luasnya samudera bergelombang dosa
Ya Allah, sucikan hatiku
dari sarang syaithan sang penghuni neraka jahannam
Ya Allah, sucikan kalbuku
dari kecintaan duniawi
Ya Allah, biarkan Cintaku
untukmu s’lama-lamanya
Ku tak percaya tujuh keajaiban dunia
Masya Allah, Engkau segala ke-Agungan dan kemuliaan
Ku tak meragukan adanya diriMu
Maha Hidup, Engkau yang Mendahului
Ya Allah, biarkan tetesan air mata ini
Jernihkan kotornya hidupku
Dalam doa’ku bersimpuh
Hanya padaMu aku memohon
23 April 2007

TUNGGU PEMIMPIN SEJATI

Cipt. Achmad Badaruddin

Patung-patung tegak berdiri
di samping gedung-gedung berdasi eksotis
bangkitkan selera insan dunia
di kala penyejuk kalbu hidup
di situ tak sebanyak umat

Kabarkan Sang Pemimpin
Kibarkan Sang Bendera
Kaburkan Sang Musuh
Hancurkan bata-bata tak berdosa
Kumpulkan mayat berserakan
Keringkan tanah yang gersang
Lawan berdalih kawannya dunia
Padahal itulah Syaithan yang nyata
Lawan yang jelas
Mulutnya yang keras
Bersama benak-benak kerdil
Bersama pintu-pintu terkunci dalam hati

Tunggu wahai Musuh Alam Semesta
Tunggu Pemimpin Sejati
Tunggu Yang Maha Kuasa
Terjadilah maka Terjadilah
23 April 2007