Disaat terlelap dihembus angin
Dingin turut menyelimutiku
Dua unsur yang berbeda
Tapi satu arah kendali yang Maha Kuasa
Keduanya menusuk dalam sendi-sendi tulang
Jantungpun bingung memompa darah
Angin tersenyum memecahkan keheningan malam
Dengan ramah membelai lembut di wajah
Indahnya karunia Allah jauh dalam perasaan
13 April 2007









Tidak ada komentar:
Posting Komentar